Kontak jodoh muslim. Biro jodoh islam. Cari jodoh muslim. Kontak Jodoh Sakinah

Kontak Jodoh | Berita


Mungkin anda para pria baik yang sudah menikah atau masih berusaha mencari calon, merasa penasaran sebenarnya apa sih kreteria “pria idaman” untuk seorang wanita.

Jika anda berfikir tidak ada manusia yang sempurna itu benar, setiap individu memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Tapi manusia adalah makhluk yang paling sempurna diantara mahkluk-mahkluk ciptaan Allah yang lainnya. Karena manusia diciptakan dengan di bekali akal dan pikiran tentunya untuk bekal dirinya hidup di dunia ini untuk kemudian sebagai jalan mendapatkan bekal hidup kekal di akhirat kelak. Untuk itu kenapa kita tidak berfikir untuk berusaha menjadi lebih baik dari hari-hari sebelumnya.

Berikut beberapa yang kiat untuk menjadi pria idaman istri:

  • Senantiasa mewasiatkan kebaikan kepada istri

Mengajarkan kebaikan kepada istri itu wajib hukumnya. Jangan pernah lupa untuk mengingatkan dan juga mengajarkan kebaikan-kebaikan kepada isri.

Kelak istrilah yang akan meneruskannya kepada anak-anak. Karena seorang ibu adalah yang paling mengerti dan paling lama berada diantara anak-anaknya. Jika suami mengajarkan kebaikan maka istrinya baik kemudian anaknya Insyaallah akan menjadi anak yang baik-baik. Jangan pernah bosan dan lelah untuk mendidik anak dan istri.

  • Mengerti hak-hak istri selalu memberi dan tak pernah menahannya.

Ada sebagian dari orang yang mampu memuliakan dan memberikan hak kepada sahabat-sahabatnya, namun kenapa ia bisa lupa dengan hak-hak istrinya yang salah satunya yaitu menerima perlakuan yang baik dari suaminya. Sebenarnya apa saja hak–hak istri itu?

Memberinya makan jika ia (suami) makan, memberinya pakaian jika memiliki pakaian, tidak menampar wajahnya, tidak menjelek-jelekan serta memisahkan tidurnya kecuali didalam rumah. Padahal dalam sebuah hadits Nabi Muhammad saw telah menjelaskan bahwa satu dinar yang dinafkahkan kepada keluarga (istri,dan tentunya untuk kebaikan) lebih baik daripada satu dinar yang dinafkahkan fisabilillah atau kepada orang miskin

  • Selalu mengajarkan ilmu–ilmu yang bermanfaat.

Yang diutamakan disini adalah ilmu tentang beribadah, ini sudah tidak dapat ditawar-tawar lagi. Seorang suami selaku imam dalam keluarga ia harus selalu belajar ilmu-ilmu terutama tentang beribadah untuk kemudian diajarkan kepada istrinya.

Dan tentunya kita tahu bahwa menimba ilmu itu tidak mengenal usia jadi sepanjang hidup kita harus rajin belajar agar menjadi manusia yang mempunyai derajat di hadapan Allah. Karena yang membedakan manusia di hadapan Allah hanyalah keimanan dan amal ibadahnya yang semua itu bisa dimulai dari menimba ilmu-ilmu agama kemudian mengamalkannya yang diikuti dengan mengajarkan kepada seluruh kelurga.

Seorang suami hendaknya mengajari isterinya tentang Al-Qur’an, as-Sunnah serta mendorong dan membantunya dalam ketaatan dan ibadah.

  • Mempergauli istri dengan sebaik-baiknya dan menjaga perasaanya.

Kadangkala perilaku yang tidak selayaknya diberikan suami kepada istrinya ialah menjelek-jelekkan keluarganya. Ada juga yang menjelek-jelekan atau memanggil istri dengan panggilan yang tidak semestinya atau dengan julukan buruk.

Seorang suami juga jangan sekali-kali menyebut kecantikan wanita lain atau mengatakan kebaikan-kebaikan wanita yang bukan istrinya dan memperlihatkan bahwa ia lebih unggul dan lebih segala-galanya daripada istrinya. Tentu saja itu sangat menyakitkan.

  • Menjaga kehormatan keluarga dengan senantiasa mendidik dan menjaga istrinya.

Yaitu dengan jalan menjaga istrinya dari pengaruh lingkungan, menjaganya dari kerusakan dan menahannya untuk tidak mendatangi tempat-tempat yang buruk. Jika perlu menampakkan sikap yang selalu cemburu dan selalu menganjurkannya untuk banyak–banyak didalam rumah. Seorang istri juga harus dijauhkan dari teman-teman yang buruk, jangan dibiarkan keluar untuk hal-hal yang tidak perlu apalagi bepergian ke tempat yang tidak jelas.

Karena tanggung jawab suami untuk istrinya tidak hanya di dunia saja tapi juga di aqirat kelak. Setiap sikap dan tingkah polah istri yang mendapatkan ijin dari suaminya maka suaminya juga akan mempertanggung jawabkannya kelak di hadapan Allah SWT. Jadi beri batasan-batasan terhadap istri bila itu perlu dan memang harus dilakukan.

Dan ingat selalu tumbuhkan didalam hati bahwa istri adalah amanah yang kelak akan dipertanyakan dihari kiamat.


  • Berusaha mencukupi dan memperhatikan kebutuhannya.

Jika semua kebutuhannya dicukupi maka tidak ada alasan lain untuk seorang istri menengok laki-laki lain selain suaminya. Selalu perlihatkan wajah ramah dan luhur kepadanya. Jadikan ia merasa terlindungi dan nyaman hidup bersama anda.

Dan ingat kebutuhan disini bukan hanya kebutuhan secara materi tapi juga kebutuhan jiwa. Istri itu penuh denga perasaan ia juga butuh siraman batin untuk menyejukkannya.

  • Menjadi suami teladan bagi suami-suami yang lain.

Segala bentuk perhatian, perlakuan yang baik untuk istrinya, seluruh usaha untuk membahagiakan istri dan anaknya itu dapat menjadi inspirasi dan contoh bagi suami-suami yang lain. Senang bercanda-canda dengan istrinya bersikap mesra dan lembut penuh kasih sayang. Berusaha menjadi yang terbaik,menjaga dan mendidiknya dapat menggugah orang lain untuk dijadikan tauladan. Itulah suami yang bermanfaat untuk suami-suami yang lain.

  • Bersabar atas sikap istri yang kurang baik.

Dalam kehidupan dunia dengan urusan yang begitu kompleks dan beragam pasti seseorang akan mendapati hal-hal yang tidak disukai dari pihak lain termasuk suami/istri.

Alloh juga menciptakan manusia ini dalam keadaan lemah dan serba penuh kekurangan. Maka segala hal yang tidak disenangi dari seorang istri, seperti masakan kurang sedap, rumah belum rapi, pakaian belum tercuci dan lain-lain hendaknya disikapi dengan penuh kesabaran dan menahan diri.

Kecuali dalam hal yang menyangkut urusan akhirat seperti masalah shalat, puasa dan ibadah-ibadah wajib lainnya maka tidak bisa dibiarkan.

Komentar